5 Fakta Menarik Hari Literasi Internasional 8 September

Hari Literasi Internasional

Modernis.co, Jakarta – Tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Literasi Internasional setiap tahunnya. Mungkin banyak yang mengira hari ini mungkin hanya tentang membaca.

Padahal Hari Literasi memiliki banyak hal menarik di balik perayaannya. Peringatan ini membuat kita sadar makna literasi yang sesungguhnya.

Budaya literasi bukan hanya sampai pada seseorang yang membaca. Akan tetapi budaya ini adalah awal dari langkah-langkah besar pada peradaban yang ada.

Bayangkan jika suatu bangsa tidak bisa membaca, maka peradaban seperti apa yang dihasilkan. Sama jika suatu bangsa memiliki budaya literasi, maka bisa sehebat apa peradabannya.

Yuk kita selami lebih dalam 5 fakta menarik tentang Hari Literasi Internasional yang bikin wawasan semakin luas!

1. Ditetapkan UNESCO Sejak 1966

Hari Literasi Internasional pertama kali ditetapkan oleh UNESCO pada 17 November 1965. Namun perayaan pertama baru diadakan tahun depannya. 

Alasan UNESCO menetapkan hari ini adalah  ingin mengingatkan warga dunia tentang pentingnya literasi sebagai hak asasi manusia dan pondasi untuk masyarakat yang lebih beradab dan berkemajuan.

Setiap tahunnya peringatan Hari Literasi memiliki tema yang selalu berbeda-beda, menyesuaikan dengan tantangan global yang ada.

2. Bukan Cuma Membaca dan Menulis

Literasi punya makna yang jauh lebih luas dari sekadar bisa membaca dan menulis. Di era modern ini, literasi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi yang kompleks, dan menerapkannya.

Bahkan kini juga muncul istilah literasi digital yang menjadi tanda semakin berkemajuannya zaman. Istilah lain seperti literasi finansial dan literasi sains semakin sering kita dengar. 

Kolam-kolam literasi mulai bermunculan dan terfokuskan. Hal ini menjadi motivasi besar bahwaiterasi adalah kunci untuk berpartisipasi aktif dan produktif dalam berbagai aspek kehidupan.

3. Jembatan untuk Mengatasi Kemiskinan

Literasi memiliki peran vital dalam mengurangi kemiskinan. Data menunjukkan bahwa masyarakat dengan tingkat literasi tinggi cenderung memiliki peluang ekonomi yang lebih baik. Mengapa demikian? 

Budaya literasi memberikan kemampuan membaca dan berpikir kritis dalam berbagai macam situasi sekitar. Hal ini membuat seseorang lihai mengambil kesempatan yang ada.

Kebiasaan membaca juga dapat membuka pintu menuju pendidikan yang lebih tinggi dan pekerjaan yang lebih baik. 

Sekolah dan program literasi menjadi alat ampuh untuk memutus siklus kemiskinan dari generasi ke generasi. Paling tidak memberikan peluang lebih besar untuk tumbuh lebih baik.

4. Literasi Berkontribusi pada Kesehatan Masyarakat

Literasi punya hubungan erat dengan kesehatan masyarakat. Individu yang memiliki literasi tinggi memiliki pengetahuan lebih tentang kesehatan. Baik upaya pencegahan maupun pengobatan. 

Mereka juga lebih proaktif mencari layanan dan informasi kesehatan. Kelebihan ini membuat mereka lebih sigap dalam mengambil keputusan yang tepat untuk diri sendiri dan keluarga. 

Dengan begitu literasi berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan seseorang yang menjadikannya budaya.

5. Masih Banyak Tantangan yang Harus Dihadapi

Tantangan dalam meningkatkan literasi masyarakat masih sangat besar. Menurut data terbaru, masih ada ratusan juta orang dewasa di dunia yang buta huruf. 

Bahkan terdapat kesenjangan minat literasi antara laki-laki dan perempuan masih menjadi isu serius di banyak negara. 

Hari Literasi Internasional menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali semua tantangan ini dan bersama-sama mencari solusi.

Hari Literasi Internasional adalah pengingat bahwa literasi bukan sekadar keterampilan, melainkan kekuatan yang bisa mengubah hidup, bahkan bertahan hidup.

Kita bisa membangun dunia yang lebih setara, maju, dan berwawasan luas dengan terus mendukung pendidikan dan program literasi. (IF)

editor
editor

salam hangat

Leave a Comment